Shanghai Milik Rossi

Seri keempat MotoGP yang dihelat di negeri tirai bambu baru saja usai, dan menempatkan Rossi sebagai pengendara tercepat. Rossi yang menunggangi sepeda motor Yamaha berhasil merebut posisi pertama dari Colin Edward yang start dari posisi pertama. Yang menarik, selama balapan pertarungan perebutan posisi pertama mempertemukan Dani Pedrosa dan Valentino Rossi justru bukan antara Valentino Rossi dengan Colin Edward (pemegang pole position) atau dengan Stoner (start dari posisi ketiga dan penunggang motor bertenaga besar).

Dan pertarungan tersebut hampir dikesudahi dengan jarak antara Rossi dan Pedrosa yang cukup jauh dan hampir tidak mungkin terkejar pada lap terakhir. Setelah bendera finish dikibarkan Rossi langsung memarkirkan sepedanya di depan podium utama dan duduk santai di atas sebuah dinding pembatas lintasan. Seketika para jurnalis mengabadikan selebrasi The Doctor tersebut selain itu juga datang dua orang pendukung Rossi yang memeluk dan memberinya ucapan selamat. Setelah puas berselebrasi di pinggir lintasan dia mencium motornya dan mulai mengendarai tanpa helm dan membawa sebuah bendera.

Hal yang juga tak kalah menarik adalah tampilnya Jorge Lorenzo. Sebelumnya dia divonis tidak akan tampil karena tulang retak, ternyata tampil pada seri keempat ini. Walaupun sempat mengalami kesulitan menghentikan sepeda motornya setelah warming up lap karena kaki yang masih sakit, dia tampil lebih luar biasa dengan berhasil finish di posisi keempat dibelakang Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner. Hal yang mengagumkan itu di sambut oleh rekan-rekan satu timnya ketika dia memasuki paddock. Dia disambut dengan tepuk tangan dan menerima pelukan ucapan selamat atas prestasi luar biasa itu.

Dengan hasil balapan itu Pedrosa berhasil merebut urutan pertama klasemen pengumpulan poin sementara dari Jorge Lorenzo yang turun ke urutan kedua, dan di susul oleh Valentino Rossi dengan jarak dari urutan pertama (Dani Pedrosa) adalah 9 poin.

2 Tanggapan

  1. Waduh aku gak tahu apa-apa tentang Balapan motor bar, kapan yah pembalap Indonesia mampu tembus seperti pembalap-pembalap GP diatas

  2. he kon arek endi apik blog mu aku ajarono po’o?

Tinggalkan Balasan