Elpiji Jadi Bahan Bakar Kendaraan

Sebelum ini saya sempat membaca berita di koran Jawapos, tentang penggunaan elpiji sebagai bahan bakar kendaraan di negeri timur tengah (Irak atau Palestina, maaf saya lupa) hal itu dilakukan warga setempat karena blokade pihak Israel terhadap pasokan BBM ke negeri tersebut. Beberapa hari kemudian saya juga sempat mendengarkan sebuah berita di Metro TV yang memberitakan tentang orang Indonesia yang berhasil memanfaatkan gas elpiji sebagai bahan bakar sepeda motornya sebagai pengganti bensin yang harganya hendak dinaikkan.

Sejak saat itu saya tertarik untuk mencaritahu tentang kemungkinan penggunaan elpiji sebagai bahan bakar kendaraan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM. Dan saya mendapat informasi bahwa sebenarnya negara-negara di Eropa sempat tertarik untuk memperlajari hal tersebut, dan bahkan saat itu elpiji sempat diajukan sebagai bahan bakar pengganti bensin, yang dipercaya lebih ramah lingkungan. Jika menyinggung tentang ramah lingkungan kita pasti ingat dengan BBG(Bahan Bakar Gas) yagn dikenal sebagai bahan bakar kendaraan paling ramah lingkungan, namun saya akan mencoba membandingkan BBG(Bahan Bakar Gas) dan LGV(liquiefied gas for vehicle/elpiji) serta BBM(Bahan Bakar Minyak).

Sumber kompas.com
Kelebihan Elpiji dibandingkan BBG :
Kapasitas tangki BBG hanya sekitar 17 liter setara premium (LSP), sementara LGV bisa menampung 40 LSP. Dengan demikian, mobilitas kendaraan yang menggunakan LGV sama dengan kendaraan yang menggunakan solar atau premium. Tekanan gas elpiji dalam bentuk cair lebih rendah daripada BBG sehingga berat tangki LGV hanya setengah dari BBG. Kelebihan ini akan menguntungkan pemilik kendaraan karena selama ini berat tangki cukup membebani pengguna bahan bakar gas. Dengan demikian, mobil yang menggunakan LGV bisa bergerak sebebas mobil yang menggunakan BBM.

Kelebihan Elpiji dibandingkan BBM :

Hasil uji coba yang dilakukan Pertamina dengan Institut Teknologi Bandung yang menggunakan LGV untuk Toyota Vios menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan BBG lebih bagus daripada bahan bakar minyak (BBM). Biaya operasional, misalnya, lebih murah Rp 100 per kilometer dibandingkan menggunakan bahan bakar premium. Selain itu, daya torsi lebih tinggi 3 kilometer per jam dibandingkan Pertamax. Pengisian LGV juga lebih cepat dibandingkan BBG. LGV hanya butuh waktu dua menit untuk pengisian 40 LSP, sementara BBG butuh waktu empat menit.

Seandainya proyek LGV dijalankan dengan benar, selain dapat menekan subsidi BBM juga dapat meningkatkan pemanfaatan SDA Indonesia yang nantinya dapat mengurangi pemakaian devisa negara. Koq bisa??? Ya, karena Indonesia merupakan merupakan negara ke-11 yang memiliki cadangan terbesar dan tentu saja LGV nantinya mengambil dari gas alam asli Indonesia yang tidak perlu mengalami pengolahan yang serumit pengolahan minyak bumi.(sumber id.wikipedia.org)

Indonesia Jaya hanya akan tercapai bila dijalankan dengan benar, dan karena pemerintahan Indonesia tidak terisi oleh pihak yang selalu “lapar” seperti postingan saya sebelum ini (Indonesia Bukan Negara Miskin).

Jika anda tertarik untuk memodifikasi kendaraan anda, seorang blogger positif memiliki niatan baik untuk memberikan beberapa tips. Semoga bermanfaat…….

4 Responses to “Elpiji Jadi Bahan Bakar Kendaraan”

  1. Tunggu dulu bar, coba kita lihat dari sisi safetynya dulu bar?
    kalo menurutku bahan bakar gas yang kamu omongin diatas di pres sampai menjadi cair berarti mengalami tekanan yang sangat tinggi donks dan bahan wadah bahan bakarnya ini tadi harus bener-bener tebal donks? nah yang jadi masalah ialah dengan tekanan yang seperti itub bagaimana daya ledakan yang dihasilkan apabila terjadi kecelakaan pada kedaraan yang menggunaakan LGV? bisa jadi bocor sedikit tamat riwayat pengguna? setahuku kalau bahan bakar hidrogen kan kita tidak melakukan yang namanya proses pembakaran, namun hanya perubahan energi kimia menjadi energi listrik, saya rasa hidrogen lebih aman dan lebih ramah lingkungan dari pada LGV, namun yang jadi perkara biaya produksi Hidrogen cair itu yang perlu ditanyakan. hehehe

  2. ada benarnya dengan opinimu itu…
    kendaraan yang berbahan bakar bensin pun apabila mengalami kecelakaan dan merusak tangki bensin juga akan membahayakan pengendara…
    tentu saja para peneliti sudah memperkirakan hal itu, tentunya nanti LGV akan menampung gas elpiji dengan kualitas penyimpanan yang lebih bagus daripada elpiji rumah tangga, yang hanya ditaruh tanpa ada resiko benturan seperti LGV, (seharusnya)…
    untuk saat ini beberapa orang mencoba inovasi ini dengan menggunakan tabung elpiji rumah tangga…
    trus kendala utama dari bahan bakar gas adalah penyalurannya, karena membutuhkan saluran dari sumber pengolahan ke tempat penjualan(SPBU)…

  3. Dear Mas Akbar,

    Acara yang anda tonton di televisi Metro ,AN TV, Trans TV, itu adalah bapak Sugianto , Bekasi, HP: 68269397 , Itu bokap gw, klo mau cari tahu lebih dalam ttg pengunaan bahan bakar LPG silakan contact aja. Sebagai informasi aja bokap gw udah pakai motor gas sejak maret 2008..Hebat kan…

    Thanks, Gita

  4. Dear Mas Akbar,

    Apabila memerlukan kendaraan anda di convert ke LPG. Bisa menghubungi kami. Or visit :
    http://mobillpg.blogspot.com

Leave a Reply