Ada Apa Dengan Indonesia-Malaysia


Hari Minggu Tanggal 28 Oktober 2007, saya melihat berita di sebuah televisi swasta yang melaporkan atas beberapa kali pematenan Malaysia atas budaya khas Indonesia.

Yang sedang hangat-hangatnya dalam pemberitaan adalah pencurian lagu asal Maluku yang berjudul Rasa Sayange. Malaysia menggunakan lagu tersebut sebagai lagu promosi pariwisata mereka. Menurut ahali telematika Roy Suryo, bukti lagu itu dari Indonesia sudah ada, yaitu lagu ini telah direkam beberapa kali diantaranya adalah pada Tahun 1960an. Ketika itu lagu ini direkam bersama lagu-lagu Indonesia lainnya untuk digunakan sebagai cinderamata untuk negara-negara tetangga.

Yang bikin saya sedikit kurang senang adalah berita tentang pematenan alat musik Anklung yang tak lain adalah berasal dari Negeri Sunda, Jawa Barat. Negeri Jiran beberapa tahun terakhir mengirimkan warganya ke Indonesia untuk mempelajari angklung dan mengimportnya dari Indonesia, entah digunakan untuk apa. Niat baik Indonesia justru disalahgunakan mereka dengan mengklaim bahwa angklung berasal dari Negara mereka.

Angklung Indonesia telah beberapa kali tampil dalam pentas budaya nasional dan bahkan internasional. Angklung Indonesia dibuat dari bambu hitam yang hanya dapat ditemukan di Sunda, sedangkan angklung Malaysia dibikin dari bambu kuning. Bahan baku yang berbeda pasti akan menghasilkan suara yang berbeda pula.

Di berita lainnya adalah klaim makanan khas Padang, Rendang. Beritanya memang tak terlalu diperinci tentang makanan yang terkenal pedas ini.

Apakah selama ini Malaysia selalu hanya bisa mengklaim barang milik orang lain??? Itu hanya mereka yang bisa menjawab.

Saya memiliki teman yang bapaknya adalah seorang tanaga ahli dan tenaga pengajar di sebuah universitas negeri di Surabaya, dan kini beliau juga menjadi tenaga pengajar ahli di Malaysia. Akankah seorang manusia juga akan dia klaim milik mereka, atau bahkan ilmu yang beliau miliki akan di klaim mereka ???

Indonesia harus berhati-hati, nanti bisa-bisa semua budaya asal Indonesia mereka patenkan. Dan mungkin kelak “Koteka” akan mereka klaim adalah pakaian sehari-hari mereka.

2 thoughts on “Ada Apa Dengan Indonesia-Malaysia

  1. Saya ingin comment tentang article yang berjodol “ADA APA DENGAN INDONESIA-MALAYSIA”. Saya dari negara tetangga Singapura.Pada hemat saya soal klaim tentang perkara yang seperti itu tak mengapa. Bukan kah kita sebenarnya serumpun.Kerjasama antara Indonesia dan Malaysia harus di kuatkan dengan bertukar tukar idea dan budaya.Bahasa kita kurang lebih sama saja. Kita bolih mempelajari antara satu sama lain untuk mempertingkatkan ekonomi bangsa kita yang tak begitu memuaskan.Terima kasih.

  2. akbarindonesia berkata:

    saling share ilmu sih ndak papaa…
    tapi klo sampek nge-klaim milik orang lain jadi milik sendiri itu yang jadi permasalahan…
    mereka boleh saja mempelajari budaya qta, tapi tetep mengakui budaya yang mereka pelajari sebagai budaya saudara mereka, bukan malah dianggap sebagai budaya mereka sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s