Pemimpin Indonesia yang Tidak Bijaksana


Entah apa yang dipikirkan oleh pimpinan tertinggi PSSI yang sekarang telah masuk penjara karena ulahnya sendiri. Ketika dirinya sudah tidak bisa berbakti kepada masyarakat secara maksimal justru dia masih menginginkan jabatan tertinggi di  dunia sepakbola Indonesia. Apakah gaji yang dia peroleh pada periode kepemimpinan sebelumnya masih belum cukup untuk memuaskan dirinya. Kekayaan yang dia peroleh dari hasil korupsi (yang dituduhkannya) belum juga membuat pikirannya sedikit merasa puas. Apa yang masih dia incar dari jabatannya sekarang???

Seorang yang bijak akan berusaha yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik pula bagi masyarakat yang telah memberinya kepercayaan, dan apabila dia telah tidak bisa berbuat maksimal entah karena sakit-sakitan entah karena kebijakan-kebijakan yang telah dia laksanakan justru menyengsarakan orang banyak atau entah karena dipenjara sehingga kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat menjadi terganggu sebaiknya dia mundur dari jabatannya sehingga ada penggantinya untuk kemudian meneruskan pengabdian kepada masyarakat.

Mungkin Nurdin Halid tidak sadar akibat-akibat yang akan mungkin timbul jika dia tetap keras kepala untuk mempertahankan jabatan yang seharusnya dia lepas. Apakah dia harus menunggu turunnya ultimatum(Surat remi dari FIFA) untuk menjadi dasar pengunduran dirinya. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, semua asosiasi sepakbola seluruh dunia menyetujui peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh FIFA dan Indonesia yang diwakili PSSI turut wajib menjalankan peraturan tersebut. Bukanlah alasan yang  masuk akal apabila bahwa belum menerima Surat Resmi dari Sepp Blatter sehingga tidak dapat dapat melakukan rapat untuk menggantikan Nurdin Halid  sebagai Pemimpin PSSI.

Mungkin ini sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia, apabila belum diperingatkan oleh penindak peraturan maka kita boleh melanggar peraturan. Ini menjadi bukti bahwa pemimpin Indonesia bukanlah orang yang bisa dicontoh, terus kita harus mencontoh siapa……..????

Mungkin benar kata Gus Dur bahwa pemimpin Indonesia seperti anak kecil (diambil intisarinya saja, bukan kata-kata aslinya). Mereka tidak mau mainan yang telah mereka genggam direbut atau dipinjam oleh orang lain walaupun dia temannya. Kursi jabatan yang tak ubahnya merupakan amanah yang diberikan oleh masyarakat justru disalahgunakan dan menjadi perebutan oleh pejabat-pejabat, mengapa mereka tak bekerjasama saja untuk membangun masyarakat bukannya adu jotos di atas penderitaan masyarakat Indonesia.

Sepakbola Indonesia sudah tertinggal, apabila pemimpinnya masih belum bekerja keras untuk membangunnya maka Indonesia makin tertinggal……………

2 thoughts on “Pemimpin Indonesia yang Tidak Bijaksana

  1. hezekia berkata:

    Sebenarnya sepakbola Indonesia saat ini tidak dipimpin oleh orang-orang yang cinta sepakbola tapi oleh orang gila sepak bola. Jadi coba bayangkan sebuah organisasi besar dan digemari sebagian besar rakyat Indonesia dipimpin oleh orang yang gila bola. (Orang gila tidak pernah peduli dengan orang lain atau lingkungan sekitarnya tapi dia hanya peduli pada dirinya sendiri). Jadi PSSI selama ini hanya dipimpin oleh orang yang sebenarnya tidak peduli dengan sepak bola itu sendiri tapi yang hanya peduli dengan nama besar dan kepuasan diri sendiri, makanya ancurrrr.

  2. footballovers berkata:

    Jika ada yang bilang bahwa sekarang sepakbola sudah menjadi industri yang menguntungkan, sangat benar. Inilah salah satu buktinya. Tapi bedanya, industri yang tidak sehat. Seorang oknum dengan tanpa malu, mencari keuntungan secara terang2an dari sepakbola, dan dengan cara yang ilegal. SUNGGUH BIADAB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s