Masa Depan Sepakbola Indonesia


Malang nian nasib persepakbolaan di Indonesia. Setelah sang pemimpin persatuan sepakbola seluruh Indonesia tidak diakui kekuasaanya atas persepakbolaan di Indonesia oleh empunya persatuan persepakbolaan seluruh dunia, Sepp Blater, kini perkembangan sepakbola Indonesia di kancah internasional seolah-olah berjalan di tempat. Ketika negara lain telah menemukan cara untuk meramu rakyatnya menjadi pemain sepakbola yang betalenta, Indonesia justru Indonesia masih sibuk mencari solusi menghapus korupsi dan anarkisme dari dunia sepakbola Indonesia.

Bermain di publik sendiri, Timnas Indonesia ingin menunjukkan bahwa mereka bukanlah tim pupuk bawang yang hanya menjadi bulan-bulanan tim kuat yang tergabung dakam grup D yang konon disebut grup neraka. Tim kandidat juara seperti Arab Saudi dan Korea Selatan dibuat gelabakan dan hanya berasil menang tipis. Pada awalnya Indonesia berhasil membuat Bahrain gigit jari, Bambang Pamungkas dkk berhasil menggilas Bahrain 3-1. Ketika melawan Arab Saudi Indonesia hampir mempertahankan skor 1-1 hingga akhirnya Arab Saudi berhasil memimpin dengan skor 2-1 pada akhir-akhir babak kedua, dan kemenangan itu ditengarai hasil dari pengaturan skor oleh wasit yang tak lain berasal dati negeri timur tengah. Penampilan meyakinkan Timnas senior di Piala Asia 2007 tidak berkelanjutan di babak kualifikasi pra-Piala Dunia zona Asia. Bermain di kandang sendiri di Gelora Bung Karno, Indonesia dipecundangi 4-1 oleh Suriah, kemudian pada second leg Indonesia hanya menurunkan pemain muda yang hendak bermain di Sea Games Thailand dan hasilnya adalah Indonesia dibantai 7 gol tanpa balas.

Penampilan buruk Timnas senior berimbas kepada penampilan pemain muda Indonesia U-23 di Sea Games ke XXIV di Thailand. Pada pertandingan pertama Indonesia menang 3-1 melawan tim lemah, Kamboja. Namun mereka gagal menembus semifinal setelah hanya berhasil bermain seri tanpa gol melawan Myanmar dan takluk di tangan tuan rumah Thailand 1-2. Permain dominan di tunjukkan oleh tim besutan Ivan Kolev, namun kekurangan dari dulu yaitu lemahnya penyelesaian akhir membuat Indonesia sering membuang-buang peluang di depan gawang lawan.

Tak berhenti itu, Indonesia kini terancam tidak boleh mengikut sertakan 2 klub ke Piala Champions Asia dikarenakan Indonesia belum bisa menyelesaikan Liga dan kejuaraan lokal pada akhir desember ini.

Apa PSSI perlu bantuan ????

Rakyatmu siap membantu, asal kewajibanmu terlaksana…………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s