Indonesia Bukan Negara Miskin


Saya pernah mendengar sebuah kalimat yang sampai saat ini belum dapat aku rasakan kenyataanya yakni “Indonesia bukanlah negara miskin”. Namun setelah saya telusuri dan pelajari kalimat itu memang benar, namun apakah yang menyebabkan banyak rakyat Indonesia harus menderita karena tidak mampu dalam memenuhi salah satu kebutuhan pokoknya? Anda tahu? Hampir semua orang tahu penyebabnya, kesalahan-kesalahan dalam sistem pemerintahan yang telah mendarahdaging di diri pejabat negara sejak pemerintahan orde baru. Namun kali ini saya tidak mau membahas orde baru ataupun dalang di balik semua ini, tetapi yang saya ingin diskusikan adalah mengapa kesalahan tetap menjadi kebiasaan dan bukan menjadi introspeksi menuju perbaikan.

Sumber daya alam melimpah ruah mulai dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia. Kesuburan tanah yang tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara agaris terbesar di dunia. Selain itu, di dunia perikanan Indonesia juga menjadi salah satu negara pengekspor hasil laut terbesar di dunia dengan negara tujuan Amerika Serikat, China, Jepang, dan lain-lain. Siapa tidak kenal Tembagapura, Papua? Hampir tidak ada orang yang tidak tahu. Sebuah kota yang dahulunya terkenal karena memiliki tambang tembaga yang cukup besar, kini telah diketahui ternyata tak hanya tembaga yang ada di sana, emas juga terkandung di dalamnya dan bahkan diperkirakan jumlahnya lebih besar daripada tembaga. Bali, pulau kecil yang menjadi tempat wisata favorit semua orang, baik domestik maupun mancanegara, dapat menghasilkan devisa yang cukup besar yang kemudian dapat dibelanjakan negara untuk kepentingan rakyatnya.

Saya kurang setuju tentang pendapat orang bahwa SDM(sumber daya manusia) Indonesia kurang kompeten di dunia. Dunia IPTEK yang menjadi tulang punggung Bangsa Eropa juga kita kuasai, dengan bukti bahwa Indonesia kompeten di Olimpiade Sains Internasional. Selain itu juga banyak inovasi dan penemuan yang ditemukan oleh orang-orang Indonesia, namun jarang yang terekspose ke publik sehingga menimbulkan kesan bahwa orang Indonesia hanya bisa menggunakan bukan menciptakan.

Justru menurut saya kemiskinan di Indonesia timbul seiring dengan timbulnya rasa egoisme dari manusia bodoh. Mengapa saya sebut bodoh? Karena mereka berpikir bahwa “Hidup untuk makan”, sehingga timbul nafsu besar untuk memakan tanpa peduli dari mana dan apa yang mereka makan. Pemikiran bangsa barat bahwa “jumlah barang kebutuhan tak sebanding dengan dengan yang dibutuhkan manusia” membuat manusia menjadi rakus dalam memenuhi kebutuhan mereka, karena mereka takut nantinya mereka menjadi bagian dari manusia yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Apa sih yang masih dibutuhkan Bill Gate di dunia ini? Mobil? Rumah? Pesawat tanpa pilot? Seandainya Bill Gate mau memenuhi zakat 2,5% tiap tahun dan diberikan ke Indonesia untuk kemudian dikembangkan di Indonesia, saya yakin bangsa Indonesia tidak ada lagi yang menjadi bagian dari manusia yang mengalami kekurangan. Itu masih Bill Gate, belum orang-orang yang termasuk terkaya di dunia lainnya.

Indonesia bukanlah negara miskin, namun mereka yang takut akan kemiskinanlah menyebabkan Indonesia bersedih…….

3 thoughts on “Indonesia Bukan Negara Miskin

  1. Indonesia negara Kaya !!!
    perlu sentuhan orang orang intelek beriman yang bisa memajukan bangsa ini..
    tidak usah lagi kita hanya ngomong tanpa keterlibatan kita secara nyata di dalamnya..

    Hidup Indonesia !!!

  2. Indonesia tuh kaya tapi goblok… kwahahah!!!

    Pernah denger gak di aderah Sulawesi (lupa provinsi apa) yang Pemda-nya menerapkan Perda Syariah tentang zakat. Mark this point: cuma ZAKAT.
    Perda cuma ZAKATNYA aja dalam sekejap bikin kesejahteraan rakyatnya meningkat hingga 80%.
    Coba sistem ekonominya Indonesia dibikin non-riba, distribusi zakat ditangani adil oleh negara, judi-prostitusi-minuman keras BENER2 dilarang….

    Imagine how joyful this world is…

    Sayang…. orang2 masih goblok siiih…

    Temennya bawang: CABPEK deeeh… (hoahahaha!!!!) ^0^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s