Katanya Damai, Koq Rusuh Lagi


Pertandingan babak delapan besar Liga Indonesia tercoreng, ketika laga kedua sedang bergulir. Tepatnya pertandingan yang mempertemukan antara dua tim timur, Arema Malang melawan Persiwa Wamena. Sebelumnya terjadi kesepakatan antara suporter dengan panitia pelaksana untuk menyajikan pertandingan yang aman dan menarik, namun ketika hari-H tiba justru suporter mulai berulah dan melanggar kesepakatan tersebut.

Pertandingan sempat terhenti di babak pertama ketika gol dari Patricio Morales dianulir dan hakim garis menjadi korban oknum suporter Arema. Kemudian pertandingan dilanjutkan kembali, namun akhirnya pertandingan benar-benar dihentikan setelah hakim garis kedua kena korban pelemparan batu oleh suporter tidak bertanggungjawab.Pelaku langsung diamankan oleh pihak berwajib, yang tak lain adalah suporter dari Arema (berita dari detiksport.com).

Dilaporkan 5 orang menjadi korban, dan salahsatunya adalah Hendro Kartiko, kiper utama Arema. Dimana Hendro Kartiko juga menjadi korban setelah mendapatkan hadiah batu yang mengenai kepalanya di bagian belakang yang mengakibatkan kepalanya bocor dan kini telah menerima jahitan sepanjang 1 cm.

Stadion tempat Persik Kediri berkandang, menjadi korban yang paling parah. Pernyataan dari panitia pelaksana bahwa mereka sedang merugi hingga Rp 250 juta. Kerusakan parah juga terjadi di Stasiun Kediri. Akibatnya warga Kediri geram, dan melampiaskan ke pengendara motor yang bernopol N yang dianggap sebagai Aremania (julukan suporter Arema) dengan melampari dengan batu. Akibatnya keadaan Kediri sempat panas, dan akhirnya Aremania dikawal keluar kota Kediri oleh Polisi.

Diberita lain disebutkan bahwa sempat terdengar suara tembakan. Dinyatakan pula suara senpi itu berasal dari Manajer Persiwa Wamena dan itu langsung dibenarkan olehnya langsung namun dia tidak mau disalahkan karena dia menganggap dia perlu melakukannya untuk melindungi dirinya dan timnya. Kejadian ini juga membuat Menpora Adhyaksa Dault yang yang melontarkan kata-kata agar suporter rusuh langsung ditindak pidana. Mengetahui bahwa Aremania akan segera menerima sangsi dari BLI, mereka menyatakan siap dan tidak takut. Dan berita terkini menyatakan bahwa Aremania dihukum tidak boleh menyaksikan pertandingan secara langsung di semua stadion di seluruh Indonesia selama 3 tahun ke depan.

One thought on “Katanya Damai, Koq Rusuh Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s