Ketika Banci Foto Pergi ke Bromo


Hari minggu tanggal 20 Januari sekelompok pria tulen sedang berkumpul untuk persiapan melakukan perjalanan jarak jauh menuju Gunung Bromo, Probolinggo. Mereka yang terdiri dari aku(Akbar), Andre, Fitra, Tosa, dan Septian rela meluangkan hari minggunya untuk melakukan survey sekaligus negosiasi harga penginapan di Bromo.

jalan_menuju_bromoMelakukan perjalanan jauh dari Surabaya, mereka tergolong nekat, dengan membawa uang seadanya yang penting cukup buat makan dan bensin, serta tidak membawa perlengkapan apa-apa. Justru yang diutamakan adalah membawa kamera foto. Kami berlima membawa tiga kamera digital dan sebuah kamera video. Setelah siap dan semua anggota telah berkumpul kami sepakati berangkat dengan terlebih dahulu membeli bensin di pom bensin jalan Arif Rahman Hakim. Kami terus berjalan tidak ada henti, menyusuri jalanan dari satu kota menuju kota lainnya berharap agar segera menemukan tempat nyaman untuk berfoto bersama.

Di tengah perjalanan paman(a.k.a Septian) merasa harus berhenti untuk membuang sebagian air di tubuhnya. Kami memanfaatkan waktu itu untuk istirahat, dan tidak lupa foto_waktu_istirahatuntuk berfoto-foto(maklum dah lama ga foto-foto). Setelah Septian bergabung kami meneruskan perjalanan kembali. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari tiga jam ini akhirnya berhasil kami lampaui ketika jam di HP menunjukkan pukul 10.55. Melihat begitu indahnya pemandangan kami langsung mengeluarkan kamera menimati_indahnya_pegunungan_bromodan secara tidak langsung kami berubah menjadi banci foto yang selalu lapar untuk di jepret. Berbagai pose kami coba. Kami coba semua di berbagai tempat, tak peduli hujan datang, tak peduli orang berlalu lalang, tak peduli kabut menutupi pemandangan, ga membuat kami mengurungkan niat untuk lompat_senangdi_lautan_pasir_bromo mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan YME ke dalam sebuah gambar, walaupun hasinya tak hanya satu gambar. Melompat, duduk, berdiri, sendirian, bersama-sama, semua sudah coba namun masih ada rasa belum puas.

mau_naek_ke_puncak_bromoMelupakan sejenak tugas-tugas dari dosen yang belum selesai dikerjakan dan tanpa sengaja terlupakan tujuan utama kami pergi ke bromo(yakni untuk menanyakan harga sewa losmen), untuk mencoba menikmati dinginnya daerah pegunungan dan tenangnya alam pedesaan yang tidak dapat kami rasakan di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, yang dari dulu terkenal akan panas dan polusi udaranya.

2 respons untuk ‘Ketika Banci Foto Pergi ke Bromo

  1. ulphe berkata:

    dasar..
    narsssiiiiiiiiissssssssss….

    dh ngalahin model za posex…

    hwehe…

    btw,,
    q g bs ikt k bromo nech,,
    bwain oleh2 y,,,
    yg buanyak….

    oyiu????

  2. AKBAAAAAAAAAR!!!!!!!!!

    Kamu jahaaaaaat!!!!
    Aku juga pengeeeeeeeen!!!!!!!

    Aku benci ma orang pelit!!!!
    HUH!

    Sebell…
    aq juga pengen refreshing.

    Tapi nskarang lagi banyak job2an ndesain sih… liburan banyak kerjaan.

    Awas koen!
    Ntar kalo udah kayak, suamiku makin keren, lensa putih panjang2….. Bromo mah, lewaaaaat….

    (sebell!)

    (btw, aku liat FS-nya mas Hadziq barusan.
    Subhanallaaah….–eh salah, astaghfirullah maksudnya, HUEHEHEHE….–ternyataaa…. anak TC sama aja.
    Narsis puolll!)
    (^o^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s