Penipuan Berkedok Sumbangan


Uang pada awalnnya dibuat untuk dijadikan alat bantu pertukaran barang. Namun zaman sekarang, uang menjadi sebuah momok kehidupan. Orang berlomba-lomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dengan dalih untuk mempertahankan hidup. Hidup siapa yang dijadikan alasan? Adalah hidup pribadi masing-masing.

Alasan inilah yang menjadi dasar orang yang tidak tahu diri untuk menggemukkan pundi-pundi pribadi tanpa memikirkan asal-muasal uang tersebut. Tanpa memikirkan siapa saja yang telah mereka manfaatkan. Tanpa memikirkan akibatnya berapa banyak orang yang dirugikan. Tanpa memikirkan seberapa besar akibat yang mungkin timbul di kemudian hari.

Hal ini sudah lama saya ketahui dari teman-teman saya namun dasar memang saya orangnya keras kepala, kalau tidak mengalami sendiri saya tidak akan percaya. Namun hari ini mata saya benar-benar dibuka oleh Allah SWT. Saya mengalami sendiri sebuah penipuan yang dilakukan orang dengan kedok sumbangan untuk sebuah yayasan di daerah Madura, nama yayasannya adalah Yayasan Miftahul Huda. Dengan dalih sedang membangun sebuah masjid, maka pengurusnya memerlukan sumbangan dari muslimin yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Orang tersebut juga dilengkapi sebuah surat permohonan sumbangan dari yayasan tersebut.

Pada awalnya saya sudah curiga, maka saya sempatkan diri untuk menanyakan nomor telepon yayasan. Dengan nada sedikit takut orangnya menjawab “ada”, tanpa menunjukkan nomor yang tertera di kops surat. Tanpa pikir panjang langsung saya bawa masuk surat tersebut dan saya catat dengan niatan akan saya telepon untuk mengecek kebenaran keberadaan yayasan tersebut setelah orang tersebut menjauh.

Setelah mengembalikan surat tersebut, orang tersebut langsung menjauh. Kemudian saya langsung mencoba menelepon di nomor yang tertera di kops surat tadi. Dan ternyata benar yang dikatakan oleh teman-teman saya bahwa para peminta sumbangan dengan dalih pembangunan rumah ibadah adalah sebuah penipuan.

Saya ga’ habis pikir dengan jalan pikir orang tersebut.  Apakah dia memikirkan Berapa banyak orang yang telah dia tipu. Apakah dia memikirkan akibat yang terjadi jika orang yang telah dia tipu mengetahui kebohongannya. Apakah dia memikirkan berapa banyak duit haram yang telah membakar perut dan kerongkongannya.

Yang saya alami saat ini adalah sebuah sumbangan berskala kecil karena dilakukan oleh sedikit orang yang telah menipu sedikit orang pula. Bagaimana dengan sumbangan yang terkoordinir yang sering muncul di televisi, koran, maupun di internet. Apakah hal tersebut juga ada unsur penipuan? Baik sedikit atau banyak selama uang sumbangan tersebut tidak sampai pada orang yang semestinya hal itu semua merupakan penipuan yang nantinya akan merusak kepercayaan penyumbang.

Apa perlu rekapitulasi uang sumbangan yang keluar dan masuk dari badan penyalur sumbangan tersebut ? Hal ini malah dapat menimbulkan perbuatan riya’ yang dapat merusak pahala sadaqah. Trus apa solusinya ???

Iklan

5 thoughts on “Penipuan Berkedok Sumbangan

  1. Saat ini memang sangat rawan penipuan..!
    bahkan, meskipun tahu nomor teleponnya pun,,, jika dari penerima “berkoordinasi” buat menipu,, hasil yang kita dapat setelah menelepon kesana akan sama saja… 😦

    nice post 🙂

  2. Mencemarkan nama baik muslim aja…. Gimana kalo dia minta sumabngan ke non-muslim? 😦
    __________________________________________________
    berat itu…
    emang ga tau diri mereka…
    ckckck…

  3. mudah-mudahan info ini dapat bermanfaat bagi kita, supaya kita tidak terlalu percaya dengan orang yang meminta dengan kedok sumbangan,,,,,,,,,,,,

  4. mudah-mudahan info ini bermanfaat, agar kita tidak mudah percaya dengan orang meminta dana berkedokkan sumbangan,,,,,,

  5. di Surabaya sekarang musim sumbangan pakai mobil keliling, yang minta lebih dari satu jalan kaki dan yang ngomong di louspeker di dalam mobil dibelakang yang minta. walah walah, salam kenal mas, suwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s