Durian Merah, Durian Jingga, Durian Kuning, Enakan yang Mana Yach???

Iseng-iseng nyari wallpaper yang bagus buat desktop, eh malah ketemu sama gambar durian yang ga lazim (bagiku). Biasanya yang aku temui dan aku nikmati adalah durian berwarna kuning, maksudnya yang berwarna kuning ini daging buahnya bukan kulitnya kan yang aku nikmati bukan kulitnya. Di gambar yang aku temukan daging buahnya berwarna merah darah, tentu saja bukan darah babi atau darah anjing bahkan juga bukan darah manusia. Warnanya alami lho…

Rasa penasaran mulai memaksa tangan untuk Baca lebih lanjut

Kenapa Bromo Disebut Taman Nasional

Sebenarnya pertanyaan ini timbul dalam pikiranku, setelah membaca sebuah artikel di wikipedia yang membahas tentang Jawa Timur. Dalam artikel itu tempat pariwisata Gunung Bromo tidak terdaftar dalam sub-bab pariwisata, namun tergolong dalam sub-bab kawasan lindung. Padahal menurut saya yang pernah beberapa kali ke sana, di sana hanya ada lautan pasir yang sama sekali tidak cocok untuk tempat melindungi satwa langka. Layaknya kawasan lindung yang mayoritas merupakan tempat-tempat yang aman untuk melingdungi satwa-satwa yang tergolong dilindungi.

Kemudian saya mencari beberapa data tentang satwa yang dilindungi di kawasan ini. Dan ternyata fakta yang saya dapat adalah, kawasan lindung yang dimaksud adalah taman nasional yang tidak hanya melingkupi kawasan Gunung Bromo saja namun juga meliputi kawasan Gunung Semeru.

Pengertian taman nasional sendiri adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.(sumber)

Kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1982 oleh menteri pertanian dan kemudian diperkuat denga turunnya keputusan menteri kehutanan pada tahun 1997, dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha dengan nama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kawasan ini melingkupi wilayah administratif Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo.

Klik di gambar untuk memperbesar

Kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di kawasan ini difokuskan di Ranu Kumbolo. Terutama bagi para pengamat lingkungan, Ranu Kumbolo merupakan laboratorium alam yang cocok bagi kegiatan penelitian dan observasi lapangan yang sarat dengan kandungan ilmu pengetahuan. Fasilitas yang ada di Ranu Kumbolo yaitu Pondok Pendaki (70 M2) dan MCK yang dimanfaatkan para pendaki untuk beristirahat, disamping terdapatnya lapangan yang relatif datar untuk sarana berkemah. Kebutuhan air dapat terpenuhi dari air danau. (sumber)

Sedangkan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbagi menjadi dua komplek, yaitu komplek semeru dan komplek bromo tengger. Pariwisata komplek semeru didominasi oleh pariwisata sejarah dan pariwisata jelajah alam, sedangkan komplek bromo tengger didominasi pariwisata budaya dan pariwisata keindahan alam.

Alasan lain perubahan status wilayah ini menjadi taman nasional adalah untuk melindungi flora dan fauna yang tergolong langka. Antara lain luwak (Paradoxurus hermaproditus), trenggiling (Manis javanica), kera hitam (Presbytys cristata), rusa (Cervus timorensis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan (Gallus gallus), cemara gunung (Casuarina junghuniana), pakis-pakisan (Sphagum sp), jamuju (Podocarpus imbricatus.) dan jenis rumput yang langka (Styphelia pungues) yang merupakan satu-satunya jenis rumput yang endemik di Pulau Jawa yang keseluruhannya perlu dilindungi dan dilestarikan.

Komputer Mati, Tapi Lampu Nyala. Koq Bisa???

Ketika cuaca mulai cerah, ketika langit tak lagi menurunkan berkah air hujannya ke bumi TC setelah beberapa jam diguyurkannya, ketika mahasiswa TC sedang menjalankan rutinitasnya untuk menyelesaikan tugas, ketika telinga sedang menikmati alunan musik dari winamp, tiba-tiba blesss………

Komputer yang menjadi tumpuan dalam pengerjaan tugas MATI. Tugas, yang telah dikerjakan selama beberapa jam sambil menunggu jam malam tiba, harus diulang lagi dari awal karena pasti akan terhapus karena kecanggihan program deepfreeze. Kegiatan wajib yang dijadwalkan ketika jam malam tiba harus dibatalkan karena tidak ada komputer yang bisa dinyalakan.

Yang bikin aneh adalah lampu dan AC masih nyala normal. Berarti aliran listrik untuk komputer diputus tanpa memutus aliran listrik lampu dan AC.

TIDAAAKKKK….<bukan teriakanku>

Kebetulan aku pake komputer portable. Jadi, aku bisa sedikit tersenyum lega. Kejadian tersebut tidak terjadi padaku. Amannn….

Tapi sama saja bohong, padahal aku ke kampus tujuannya hanya untuk bisa berinternet sampek pagi. Klo listrik mati, otomatis server dan wifi mati. Kemudian aku mencoba mencari sinyal berharap agar hidupku tak terkucilkan dari kehidupan maya karena musibah listrik mati. Untung saja ada sinyal LP-WIFI-PISCES yang kebetulan memang tidak terhubung dengan jaringan listrik komputer. Pikirku sejenak,”baterai…???”

Faktanya bateraiku tinggal sedikit….

TIDAAAKKKK….<teriakanku dalam hati sambil menghela nafas>

Kemudian aku keluar Lab untuk salat, setelah itu aku jalan kesana kemari sambil berpikir “bagaimana caranya agar alasanku ke kampus hari ini bisa tercapai”.

….

beberapa menit kemudian

….

Alhamdllah…Ternyata tidak hanya server LP yang terhubung listrik lampu, tapi ada beberapa stop-contact di LP yang juga terhubung dengan listrik lampu. Dan akhirnya aku bisa menuliskan postingan ini…

Koq yang dimatikan hanya jaringan listrik komputer ???
Yang jelas-jelas malam hari adalah waktu aktif mahasiswa TC untuk menyelesaikan tugas, dan ketika jaringan tersebut dimatikan tentunya akan menyiksa mahasiswa TC sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Mahasiswa Tak Lagi Menjadi Mahasiswa

Dunia pendidikan Indonesia kembali harus menguraikan air mata, dikarenakan beberapa anak bangsa yang nantinya diharapkan mengembalikan kejayaan Indonesia justru meninggalkan dunia yang fana ini dengan tragis. Beberapa mahasiswa lainnya juga dikabarkan mengalami kritis karena telah menjadi korban kegarangan mahasiswa lainnya. Mereka adalah korban dari sikap sok jagoan dari mahasiswa yang tidak mau bertanggung jawab, yang menjadikan solidaritas sebagai alasan tawuran dengan kelompok mahasiswa lainnya.

Melupakan kodrat mahasiswa sebagai Agent of change, Iron Stock, Social Control, dan Moral Force. Atau malah mereka tidak tahu tugas yang akan diemban ketika status mereka sebagai seorang pelajar telah berubah dari siswa menjadi “Maha”siswa. Mereka tak ubahnya preman yang mengedepankan emosi dan nafsu, dan mengesampingkan untuk berpikir secara cerdas sebagai lambang intelektual seorang mahasiswa.

Sungguh miris, ketika kita melihat perbadaan antara apa yang telah dijuangkan mahasiswa dahulu dengan apa yang diperebutkan mahasiswa sekarang. Tentunya kita masih ingat tentang tragedi semanggi, dimana banyak mahasiswa menjadi korban egoisme penguasa yang tidak mau melihat realita masyarakat nusantara. Hingga menggerakkan seluruh mahasiswa untuk membuat satu gerakan bersama demi Indonesia tercinta. Tak Jauh beda dengan pergerakan beberapa mahasiswa saat ini, dengan dalih membela teman mereka turun ke jalan, meneriakkan kemenangan mengorbankan semua yang ada di sekitarnya tak terkecuali orang-orang yang tidak tahu menahu bahkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan mereka dan tindakan mereka. Bahkan aparat kepolisian dan wartawan pun tak luput dari amukan luapan emosi mereka.

Sungguh miris, ketika warga negara Indonesia lainnya yang kurang beruntung karena tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang perkuliahan dikarenakan permasalahan ekonomi, justru mereka yang berduit dan menjadi mahasiswa justru membuang-buang waktu mereka dengan suatu tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain.

sumber :
http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=33411

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2003/10/17/brk,20031017-04,id.html
http://www.kapanlagi.com/h/0000260148.html
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDQ3MTc=

Ayam Kampus Bertelor Dimana-mana

Suatu pagi aku sempet membaca sebuah surat kabar. Di dalamnya dibahas sebuah kisah nyata tentang kehidupan ganda seorang mahasiswi yang benar-benar berbeda antara kehidupan siang dan malamnya. Ketika matahari muncul untung memberikan cahayanya, sang mahasiswi bertindak selayaknya mahasiswi di kampus-kampus. Belajar menuntut ilmu agar mudah dalam mencapai sebuah tujuan yang mulia.

Namun ketika senja mulai lenyap dan tergantikan suasana malam yang gelap, dia langsung berubah dari seorang gadis baik-baik yang bertindak tanduk sewajarnya pelajar, menjadi seseorang yang mampu “menghidupkan” suasana malam yang tenang menjadi suasana yang gaduh karena girangnya orang-orang yang melihat kemolekan tubuhnya.

Berselang beberapa hari di sebuah Baca lebih lanjut

Jatuh bangkit ke kawah ijen…

Sebenarnya postingan dibawah ini bukanlah tulisan saya, namun tulisan dari Tosa yang telah diedit oleh Fitra. Crita di bawah ini merupakan kisah perjalanan kami menuju puncak gunung Ijen.

Kamis 23 juli 2008 pagi berangkat dari Surabaya menuju kawah ijen bersama rombongan teman2 satu angkatan (Akbar, fitra, yudhi, farma, septian, yoga, haris) dan membawa 4 motor berboncengan. Kami berangkat dari kos2an jam setengah 9 pagi. Langsung saja kami menuju Sidoarjo, jalan di sana relatif tidak terlalu macet dan tentu saja melewati porong. Dalam benak kami pasti di sini kami mendapatkan kemacetan, dan luar biasanya jalanan porong pada saat itu sepi tidak seperti biasanya.

Lalu kami langsung menuju Pasuruan untuk selanjutnya kami menuju Probolinggo. Jalan antar kota seperti biasa sangatlah lapang sehingga kami bisa meng”geber” sepeda kami sampai 80 / 90 km per jam. Keluar dari probolinggo kami menuju situbondo. Kami sempat mampir sebentar di Paiton hanya untuk sekedar foto2 (mumpung masih muda…ha ha ha…), lumayan agak lama juga.

Setelah itu kami melewati pantai Bentar dan sempat mampir untuk sholat Dhuhur di masjid di dekat situ dan Pasir putih. Di probolinggo terdapat lumayan banyak obyek wisata yang bisa di kunjungi seperti Baca lebih lanjut

Mudahnya Membayar Pajak Tahunan Kendaraan Bermotor

Jaman sekarang sudah tidak musimnya lagi kesulitan dalam menerima jasa dari pemerintah, apalagi menggunakan jasa calo dan orang dalam yang tentunya menggunakan sedikit sogokan untuk mendapatkan pelayanan lebih.

Sekarang jamannya menerima kemudahan dan pelayanan yang memuaskan dari aparat pemerintah untuk semua kalangan warga masyarakat tanpa dibedakan status sosial maupun status ekonomi. Mungkin akan dibedakan berdasarkan lengkap tidaknya persyaratan yang harus dibawa. Tapi jangan kecewa dahulu, karena persyaratannya mudah untuk dilengkapi dan logis untuk dilaksanakan demi kelancaran hidup bermasyarakat.

Jaman sekarang untuk membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) tidak harus dilakukan di Samsat dan tentu saja tidak akan mengharuskan anda untuk mengosongkan kegiatan satu hari penuh hanya untuk membayar PKB. Di Surabaya sudah diberlakukan pembayaran PKB di daerah-daerah yang mudah dijangkau masyarakat, salah satunya di Royal Plasa.

Persyaratan yang harus anda penuhi :
– Membawa Baca lebih lanjut