Langit Surabaya Dibersihkan oleh Hujan, Penanggungan pun Terlihat Jelas

Sebuah fenomena yang jarang terlihat membuat banyak warga kampus Teknik Informatika ITS penasaran dan berdecak kagum. Gunung-gunung yang notabene berjarak lebih dari 40 km dari kota Surabaya terlihat dengan jelas, bahkan hingga ke detail lekukan gunungnya. Puncak gunung yang gersang pun dapat terlihat dengan jelas karena memiliki warna tanah yang berbeda.

Hal ini membuat banyak mahasiswa bahkan dosen Teknik Informatika menikmati dan mengabadikan indahnya pemandangan alam ini dari lantai 2 dan 3 gedung Teknik Informatika. Disinyalir hujan yang cukup deras selama 3 hari terakhir telah menghilangkan polusi udara yang telah mengotori udara ibukota jawa timur yang telah menghalangi pandangan langsung ke gunung-gunung tersebut.

Bagiku ini adalah pengalaman pertama untuk menikmati indahnya Gunung Penanggunan dkk dari Surabaya. Sejak dahulu aku hanya bisa menikmati indahnya gunung tersebut secara samar-samar berwarna biru walaupun dari daerah rumahku yang masih sedikit tetangga.

Pemandangan unik ini berlanjut hingga malam hari, menyebabkan terlihat kelap-kelip kota di kaki gunung. Kemungkinan kota tersebut adalah Pandaan dan Probolinggo. Membuat pemandangan malam ITS semakin indah.

Malam Tahun Baru 2009 di Bromo

Dari judulnya sudah jelas pengalaman ini aku alami waktu sehari sebelum tanggal 1 Januari 2009. Tapi sayangnya koq baru aku posting sekarang ya…tanya kenapa???

Perjalanan panjang dari Surabaya hingga Probolinggoku yang kedua bersama teman-teman kuliah ini bisa dibilang sedikit nekat, persiapannya hanya 2 hari sebelum pemberangkatan. Dan kami juga terpaksa mengajak beberapa teman saja, dan yang tentu saja memancing kekecewaan teman laen yang terpaksa tidak kami ajak. Tim kami bermula berjumlah 6 orang, yakni Fitra, Septian, Haris, Andre, CB(bukan nama sebenarnya), dan tentu saja aku. Namun beberapa menit sebelum berangkat Haris mengundurkan diri.

Rute yang kami rencanakan untuk dikunjungi : Penanjakan, Padang Savana, Lautan Pasir, Kawah Bromo, Air terjun Madakaripura.

Menuju ke Probolinggo

Jumlah minus satu dari rencana tidak menjadikan kami patah arang, maklum kami tidak punya arang buat di patahin. Kami pun berangkat dengan 3 motor kesayanganku, fitra dan CB. Berangkat tanggal 31 Desember 2008 pukul 9, menyusuri keajaban alam lumpur lapindo yang kepetulan tidak macet, trus kami melalui Gempol dan kemudian menuju ke Pasuruan.

Sesampainya di Pasuruan perjalanan kami terhambat oleh truk-truk yang memang jalannya lambat. Jalan menuju bromo sebenarnya tidak terlalu sulit, setelah masuk gerbang Pasuruan kita hanya perlu jalan terus menuju timur hingga kita mencapai desa Tongas, setelah mencapai Tongas kita baru merubah arah belok kanan dan kita kembali ikuti jalur hingga mencapai Bromo. Tanpa istirahat kami terus memacu kendaraan kami untuk menghindari hujan. Di bawah ini aku kasih juga peta Probolinggo agar ga tersesat… Baca lebih lanjut

Kenapa Bromo Disebut Taman Nasional

Sebenarnya pertanyaan ini timbul dalam pikiranku, setelah membaca sebuah artikel di wikipedia yang membahas tentang Jawa Timur. Dalam artikel itu tempat pariwisata Gunung Bromo tidak terdaftar dalam sub-bab pariwisata, namun tergolong dalam sub-bab kawasan lindung. Padahal menurut saya yang pernah beberapa kali ke sana, di sana hanya ada lautan pasir yang sama sekali tidak cocok untuk tempat melindungi satwa langka. Layaknya kawasan lindung yang mayoritas merupakan tempat-tempat yang aman untuk melingdungi satwa-satwa yang tergolong dilindungi.

Kemudian saya mencari beberapa data tentang satwa yang dilindungi di kawasan ini. Dan ternyata fakta yang saya dapat adalah, kawasan lindung yang dimaksud adalah taman nasional yang tidak hanya melingkupi kawasan Gunung Bromo saja namun juga meliputi kawasan Gunung Semeru.

Pengertian taman nasional sendiri adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.(sumber)

Kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1982 oleh menteri pertanian dan kemudian diperkuat denga turunnya keputusan menteri kehutanan pada tahun 1997, dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha dengan nama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kawasan ini melingkupi wilayah administratif Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo.

Klik di gambar untuk memperbesar

Kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di kawasan ini difokuskan di Ranu Kumbolo. Terutama bagi para pengamat lingkungan, Ranu Kumbolo merupakan laboratorium alam yang cocok bagi kegiatan penelitian dan observasi lapangan yang sarat dengan kandungan ilmu pengetahuan. Fasilitas yang ada di Ranu Kumbolo yaitu Pondok Pendaki (70 M2) dan MCK yang dimanfaatkan para pendaki untuk beristirahat, disamping terdapatnya lapangan yang relatif datar untuk sarana berkemah. Kebutuhan air dapat terpenuhi dari air danau. (sumber)

Sedangkan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbagi menjadi dua komplek, yaitu komplek semeru dan komplek bromo tengger. Pariwisata komplek semeru didominasi oleh pariwisata sejarah dan pariwisata jelajah alam, sedangkan komplek bromo tengger didominasi pariwisata budaya dan pariwisata keindahan alam.

Alasan lain perubahan status wilayah ini menjadi taman nasional adalah untuk melindungi flora dan fauna yang tergolong langka. Antara lain luwak (Paradoxurus hermaproditus), trenggiling (Manis javanica), kera hitam (Presbytys cristata), rusa (Cervus timorensis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan (Gallus gallus), cemara gunung (Casuarina junghuniana), pakis-pakisan (Sphagum sp), jamuju (Podocarpus imbricatus.) dan jenis rumput yang langka (Styphelia pungues) yang merupakan satu-satunya jenis rumput yang endemik di Pulau Jawa yang keseluruhannya perlu dilindungi dan dilestarikan.

Jatuh bangkit ke kawah ijen…

Sebenarnya postingan dibawah ini bukanlah tulisan saya, namun tulisan dari Tosa yang telah diedit oleh Fitra. Crita di bawah ini merupakan kisah perjalanan kami menuju puncak gunung Ijen.

Kamis 23 juli 2008 pagi berangkat dari Surabaya menuju kawah ijen bersama rombongan teman2 satu angkatan (Akbar, fitra, yudhi, farma, septian, yoga, haris) dan membawa 4 motor berboncengan. Kami berangkat dari kos2an jam setengah 9 pagi. Langsung saja kami menuju Sidoarjo, jalan di sana relatif tidak terlalu macet dan tentu saja melewati porong. Dalam benak kami pasti di sini kami mendapatkan kemacetan, dan luar biasanya jalanan porong pada saat itu sepi tidak seperti biasanya.

Lalu kami langsung menuju Pasuruan untuk selanjutnya kami menuju Probolinggo. Jalan antar kota seperti biasa sangatlah lapang sehingga kami bisa meng”geber” sepeda kami sampai 80 / 90 km per jam. Keluar dari probolinggo kami menuju situbondo. Kami sempat mampir sebentar di Paiton hanya untuk sekedar foto2 (mumpung masih muda…ha ha ha…), lumayan agak lama juga.

Setelah itu kami melewati pantai Bentar dan sempat mampir untuk sholat Dhuhur di masjid di dekat situ dan Pasir putih. Di probolinggo terdapat lumayan banyak obyek wisata yang bisa di kunjungi seperti Baca lebih lanjut

Sewa Penginapan di Bromo

Ada banyak cara untuk menikmati keindahan Gunung Bromo, namun akan dapat anda rasakan semua dalam satu hari saja. Maka anda harus bermalam minimal untuk dua hari satu malam. Karena wisata yang terkenal dari bromo adalah sun rise yang tentu saja hanya bisa dilihat di pagi hari, dimana pemberangkatannya menggunakan jip dari pukul 2 pagi.

Ada berbagai tempat penginapan bisa anda pergunakan. Mulai dari penginapan yang menyewakan perkamar hingga losmen yang sangat cocok bagi anda yang berombongan besar. Harganya pun dapat anda sesuaikan dengan kemampuan anda, karena ada yang bertaraf internasional yang mengutamakan kenyamanan di atas harga dan juga ada yang tidak mudah menguras kantong anda namun tidak mengabaikan kenyamanan, namun tentu saja fasilitas yang ditawarkan akan berbeda.

Ada sebuah tips bagi anda rombongan yang menginginkan nyamannya kebersamaan namun masih menginginkan harga miring Baca lebih lanjut